2000 Pulau Indonesia Lenyap
By admin - Thu Apr 21, 4:50 am
- 13 Comments
- 7 views
- Tweet
Email
1 mail
Print
Perubahan iklim terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, antara 50-100 tahun. Meskipun perlahan, dampaknya sebagaian besar permukaan bumi menjadi panas. Berikut merupakan data-data dari IPCC (Intergovermental Panel on Climate Change) yang menggambarkan kondisi perubahan iklim yang terjadi saat ini bahwa telah terjadi kenaikan suhu rata-rata sebesar 0,76 derajat Celcius antara periode 1850 – 2005, 11 dari 12 tahun terakhir (1995-2006) merupakan tahun-tahun dengan rata-rata suhu terpanas sejak dilakukan pengukuran suhu pertama kali pada tahun 1850. Kenaikan permukaan air laut global rata-rata sebesar 1,8mm per tahun antara periode 1961 – 2003. serta telah terjadi kekeringan yang lebih intensif pada wilayah yang lebih luas sejak tahun 1970an, terutama di daerah tropis dan sub-tropis.
Karena naiknya suhu bumi bisa mencairkan es di daerah kutub. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan air laut setinggi 10-25 cm. Sementara menurut laporan Greenpeace, diperkirakan pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 19-95 cm. Peningkatan air laut setinggi 1 meter akan mengakibatkan hilangnya pulau atau daratan di dunia sebagai contoh hilangnya daratan Mesir 1%, Belanda 6%, Bangladesh 17,5% dan 80%atol di kepulauan Marshall serta tenggelamnya pulau-pulau di, Fiji, Samoa, Vanutu, Jepang, Filipina, serta Indonesia. Hal ini berarti puluhan juta orang yang hidup di pesisir pantai harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan (2009), daerah pesisir dan pulau kecil yang akan tenggelam 100 tahun lagi dari sekarang meliputi daerah seluas 475.905 hektar atau rata-rata kehilangan lahan/ pulau sebesar 4,76 hektar per tahun. Perubahan iklim akan membawa bencana bagi 41 juta orang Indonesia yang tinggal di daerah pesisir dengan ketinggian di bawah 10 meter. Tenggelamnya tambak ikan dan udang di Karawang dan Subang telah mengakibatkan kerugian sebesar setengah juta dollar Amerika. Kenaikan muka air laut telah menenggelamkan 26 ribu kolam ikan di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Suhu laut yang meningkat telah merusak terumbu karang di Bali Barat dan Kepulauan Pari pada kejadian El-Nino tahun 1997-1998.
Perubahan iklim yang hingga kini belum bisa teratasi dengan baik dinilai dapat mengancam keberadaan pulau-pulau di Indonesia. Saat ini saja, berdasarkan data yang dihimpun Indonesia Maritime Magazine, jumlah pulau telah banyak berkurang dari 17.504 pulau menjadi 17.480 pulau. Ini artinya, sudah 24 pulau hilang dari permukaan bumi dan jika tidak segera diantisipasi, tidak menutup kemungkinan, pada tahun 2030, Indonesia akan kembali kehilangan sekitar 2.000 pulau lagi. Ancaman ini, kata Sahala Hutabarat, disebabkan panasnya suhu udara yangn mengakibatkan kutub es perlahan tapi pasti mencair dan air laut pun berangsur mengalami kenaikan.
“Selain banyak pulau yang musnah, permukaan laut akan naik secara signifikan. Bisa dibayangkan berapa besar kehilangan dan penderitaan yang ditanggung bangsa kita,” imbuhnya. Menurut Sahala, pemerintah harus secepatnya meminimilisir kemungkinan terimbas dampak perubahan iklim melalui pola pendekatan baik dari sisi sumberdaya manusianya, lingkungan maupun penataan aktifitas ekonomi.
“Yang terpenting juga ke depan diharapkan para pemangku kepentingan dalam menjalankan perannya akan memiliki pijakan bersama dalam upaya pengelolaan sumber daya alam dan adaptasi perubahan iklim, memperkuat keberdayaan warga dan daerah sesuai dengan karasteristik ekositem, problemantika dan tantangan daerah kepulauan,” imbuhnya.
Subandono Diposaptono seorang pakar kelautan dari KKP mengatakan bahwa laju kenaikan rata-rata paras muka laut Indonesia itu dipengaruhi oleh enam faktor, tetapi tidak didominasi perubahan iklim. Menurut dia, data kenaikan paras muka laut di Indonesia diambil beberapa instansi. Dari pemantauan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional diperoleh data di Jakarta, Semarang, Jepara, Batam, Kupang, Biak, dan Sorong yang angkanya 5-10 mm per tahun.
Hasil penelitian Institut Teknologi Bandung memperlihatkan laju kenaikan paras laut di Belawan 7,83 mm per tahun, Jakarta 4,38 mm, Semarang 9,27 mm, dan Surabaya 5,47 mm per tahun. Pemantauan Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk Panjang, Lampung, menunjukkan laju kenaikan 4,15 mm per tahun.Menurut Subandono, kenaikan paras muka laut sebagai dampak perubahan iklim hanya dipengaruhi dua proses, yaitu pencairan es di kutub dan proses pemuaian air laut akibat pemanasan global. Seluruhnya ada enam faktor penyebab, katanya.
Faktor-faktor lainnya, lanjutnya, adalah meliputi dampak perubahan kerak bumi akibat aktivitas tektonik penurunan tanah akibat gempa atau aktivitas seismik dan pemampatan tanah akibat kondisi tanah yang labil.Selain itu, ada penurunan tanah akibat aktivitas manusia, misal pengambilan air tanah, ekstraksi gas dan minyak, atau pembebanan dengan bangunan.
Faktor keenam, yaitu adanya variasi akibat fluktuasi iklim seperti fenomena La Nina yang membawa aliran air hangat dari Samudra Pasifik ke Indonesia, kata Subandono. Menurut dia, enam faktor penyebab kenaikan paras muka laut itu penting diketahui untuk menetapkan agenda adaptasi dan mitigasi.
- 13 Comments
- 7 views
- Tweet
Email
1 mail
Print



(4.67 out of 5)
(4.00 out of 5)
Ini merupakan salah satu alasan yang cukup kuat untuk mendirikan Perusahaan Negara khusus menjual pasir dari pulau-pulau tak dihuni manusia. Toh, pulau-pulau itu akan hilang karena perubahan udara. Karena apa tidak dari sekarang kita hapus dari peta pulau-pulau yang akan hilang itu. Sementara itu dimanfaatkan sebagai penambahan devisa dengan menjual pasirnya. Kita ekspor minyak dari dalam bumi. Kita ekspor gas dari dalam bumi. Dan ini sudah berlangsung puluhan tahun. Karena apa menjual pasir pulau tak dihuni menjadi persoalan besar? Apa tidak disadari bahwa dengan menyedot minyak dan gas dari perut bumi Ibu Pertiwi itu tidak merupakan permasalahan ? Dengan seringnya terjadi gempa bumi serta tsunami baru-baru ini, apakah ini tidak ada kaitannya dengan penyedotan minyak dan gas alam? Kalau kita merestui orang Jepang memanaskan rumah atau memasak dengan Gas alam yang diimpor dari kita, karena apa merasa berkeberatan kalau negara tetangga melebarkan wilayahnya dengan pasir dari pulau yang tak dihuni yang mana suatu waktu akan hilang dari permukaan laut ? Bukankah lebih baik pasir itu dimanfaatkan untuk manusia, sebelum hilang dengan percuma?
It’s the best time to make some plans for the future and it’s time to be happy.I have read this post and if I could I wish to suggest you some interesting things or tips.Maybe you could write next articles referring to this article.I want to read more things about it!
I’ve read several good stuff here.Definitely worth bookmarking for revisiting.I wonder how much effort you put to make such a magnificent informative site
Heya i am for the first time here.I came across this board and I find It truly useful & it helped me out a lot.I hope to give something back and help others like you helped me
Highly rated post. I be taught one thing completely new on completely different blogs everyday. Deciding on one . stimulating to read the paper content material from different writers and study a little bit one thing from their website. I’d like to apply certain of this content on my blog you’re mind. Natually I’ll give a hyperlink here we are at your web-site. Respect your sharing.
Thanks a bunch for sharing this with all of us you really know what you are talking about! Bookmarked.Please also visit my web site =).We could have a link exchange arrangement between us!
Hello There.I found your blog using msn.This is a really well written article.I’ll make sure to bookmark it and return to read more of your useful information.Thanks for the post.I will definitely return
Excellent post.I was checking continuously this blog and I’m impressed! Very useful info specially the last part
I care for such info much.I was looking for this certain information for a very long time.Thank you and good luck.
thx for coming… i hope this article useful for u
Many thanks for posting this, It?s just what I was researching for on bing. I?d quite a bit comparatively hear opinions from an individual, barely than an organization internet web page, that?s why I like blogs so significantly. Many thanks!
Thank you for the auspicious writeup.It in fact was a amusement account it.Look advanced to more added agreeable from you! By the way, how could we communicate?
I think other website proprietors should take this web site as an model, very clean and great user friendly style and design, as well as the content.You are an expert in this topic!
I’m still learning from you, however I’m improving myself. I certainly love studying every little thing that is written in your blog.Preserve the tales coming. I liked it!
Hey there! I merely desire to give a significant thumbs up for your great info you have gotten here on this particular post. I’m going to likely be coming again to the weblog for extra soon.