Wednesday 19 June 2013

Rika: Indahnya ‘Bersetubuh’ Dengan Laut

By Redaksi - Fri Jun 22, 5:40 am

 

 

Pekerjaan yang menuntut harus bersetubuh dengan alam, tidak membuat Rika Purwasih takut akan bahaya yang mengintai dirinya. Termasuk dalamnya lautan. Bagi wanita berparas ayu ini laut merupakan sahabat yang seolah tak bisa dipisahkan dalam kehidupannya.

Rika tidak pernah berpikir bisa menjelajahi dasar laut yang oleh sebagian orang merupakan momok menakutkan. Rika pertama kali mengenal diving pada 2009, saat masih menjalani pendidikan Bintara Wanita Angkatan Laut di Surabaya. Pada waktu itu, hanya sebatas diving dasar.

“Setelah lulus pendidikan saya berdinas di dispotmar Mabesal. Di sana saya mendapatkan kesempatan mengembangkan hobi diving. Saya mulai mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di kolam renang sampai melakukan pelatihan penyelaman di laut,” ujar anggota TNI AL berpangkat Serda PKU/W kepada Indonesia Maritime Magazine.

Banyak pengalaman yang didapat, setelah menekuni olahraga penuh andrenaline tersebut. Selain meraih berbagai prestasi, menurutnya banyak ilmu yang didapat. Awalnya dia takut dengan olahraga air, terutama diving karena berpikir di bawah laut banyak binatang  berbahaya.

“Dengan tekad dan kemauan saya yang kuat untuk melihat keindahan bawah laut, akhirnya saya menggemari olahraga air ini. Saya mulai mengikuti beberapa event selam. Di antaranya diving di Pulau Pramuka, dan Kepulauan Seribu,” tutur Rika.

Dia juga bangga terlibat dalam kegiatan nasional Sail Wakatobi-Belitung 2011, yang pesertanya terdiri dari kalangan siswa SMA dan Lintas Nusantara Remaja Pemuda Bahari (LNRPB). “Kebetulan saya terlibat sebagai panitia, di Wakatobi  saya benar-benar merasakan keindahan bawah laut. Dengan kejernihan air lautnya, terumbu karang yang begitu indah, dan bermacam-macam jenis ikan, ini menjadi pengalaman yang sulit dilupakan” ungkapnya.

Kegiatan olahraga air yang dilakoninya selain hobi juga karena tugas kantor. “Ada pengalaman unik yang saya dapatkan sewaktu menyelam. Saya pernah menyelam hingga di kedalaman 25 meter. Saya dibuat lupa oleh keindahan laut, semakin ke dalam semakin indah laut terlihat. Sampai pelatih saya panik mencari saya,” ungkapnya.

Sudah banyak tempat yang dikunjungi, namun dalam berbagai penyelamannya, menurut Rika, Wakatobi merupakan tempat yang paling indah. “Saya sudah beberapa kali melakukan penyelaman di pulau-pulau. Menurut saya pulau yang sangat indah adalah pulau Wakatobi,” ujarnya sambil tersenyum manis.

Mengenai Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia, Rika mengakui potensi alam sangat luar biasa, namun banyak pulau yang belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah.
Rika berpendapat, mungkin dengan banyaknya tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam mempertahankan Negara kesatauan Republik Indonesia (NKRI), untuk pulau-pulau terpencil belum bisa terjangkau. Menurutnya, saatnya generasi muda tampil.

“Kita selaku pemuda-pemudi harapan bangsa bisa ikut juga menjaga keutuhan negara ini. Contohnya dengan mengikuti kegiatan Pertisaka Bahari, yaitu Kegiatan TNI AL, dengan tujuan memperkenalkan wilayah atau pulau terpencil yang kurang mendapatkan sentuhan dari pemerintah,” ujarnya sambil tersenyum.

Soal pengembangan olahraga di dunia kemiliteran, khsusunya di AL, Rika mengungkapkan untuk pengembangan olahraga air di Angkatan Laut saat ini sudah mendapat perhatian khusus dari pejabat tinggi angkatan laut, misalnya sekarang telah dibuka pelatihan selam ‘Seaking Diving Club’, renang, layar, dayung, yang sekarang sudah mulai terealisasikan.

“Kekhususan bagi taruna baru harus sehat jasmani dan rohani, harus memenuhi kreateria yang mencakup tinggi dan berat badan ideal, berpenampilan yang menarik dan yang penting punya kemauan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” tandasnya. 

Leave a Reply


1 × seven =