Saturday 18 May 2013

IMI Goes to Campus USNI Jakarta

By Redaksi - Mon Jun 18, 7:57 am

 

 

 

Kalangan akademisi diminta untuk terus menggelorakan semangat maritim di Indonesia, khususnya para mahasiswa agar menjadi ujung tombak bangkitnya maritim Indonesia.

Dirjen KP3K, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada “IMI Goes to Campus di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Jakarta, bertajuk “Benarkah Nenek Moyangku Seorang Pelaut?”

Sudirman  meminta kepada mahasiswa untuk menggelorakan kembali semangat maritim, karena memang mahasiswa sebagai pilar perubahan bangsa. “Kegiatan IMI dari kampus ke kampus sangat strategis, yang bertujuan untuk meyakinkan kader-kader bangsa ini bahwa masa depan Indonesia itu ada di laut,” kata Sudirman Saad.

Sedangkan, Direktur Eksekutif IMI, Dr Y Paonganan mengatakan pentingnya mahasiswa untuk menjadi garda terdepan dalam sebuah tujuan yaitu Indonesia sebagai negara maritim. “Peran mahasiswa sangat penting untuk menjadikan negara maritim. Kami minta agar mahasiswa untuk terus mensosialisasikan maritim,” kata Doktor lulusan IPB itu.

Acara terbut digelar atas kerja sama IMI, FPIK-USNI, KP3K-KKP dan TNI AL serta juga Himitekindo, Perhimatekmi dan Himasperindo.

Rektor USNI Profesor Lijan P Sinambela mengakui berdasarkan data empirik, minat mahasiswa terhadap dunia kelautan dan perikanan sangat minim. “Perlu ada strategi yang menarik agar minat terhadap dunia laut di kalangan mahasiswa meningkat. Karena perlu diakui bahwa Indonesia adalah negara maritim,” ujarnya.

Sementara itu Guru Besar IPB Prof Bonar P Pasaribu mengatakan untuk mencapai kemajuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan laut, maka penguasaan iptek kelautan dan perikanan adalah satu keharusan. “Penguasaan tersebut mampu menjabarkan yang jelas dalam pengelolaan dan pemanfaaran sumberdaya kelautan dan perikanan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi kesejahteraan bangsa,” kata Bonar.

Brigjen TNI Dody Usodo Hargo mengatakan sudah saatnya pemerintah mengalihkan orientasi pemberdayaan kekayaan alam di darat ke pemberdayaan sumber daya laut. Untuk mewujudkan strategi tersebut, maka diperlukan adanya penataan dan penyusunan dalam bentuk grand design sebuah negara maritim untuk menggali potensi kekayaan laut yang dimiliki oleh NKRI.

Hal yang sama dikatakan oleh Laksamana Pertama TNI, INGN Ary Atmaja sejak dahulu bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai bangsa maritim, bangsa yang berani mengarungi lautan luas, dan merupakan bangsa besar yang disegani oleh negara-negara besar seperti India dan China yang berlayar dan berdagang dengan menggunakan kapal sendiri.

Leave a Reply