IMI Goes to Campus UMRAH Kepri
By Redaksi - Fri Apr 27, 3:01 am
- 0 Comments
- 0 views
- Tweet
Email
Print
Indonesia Maritime Institute (IMI) terus menggelorakan semangat membangun negara maritim. Dalam rangkaian “IMI Goes to Campus” di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (23/4/2012), bekerja sama dengan Ditjen KP3K-KKP, FPIK-UMRAH, TNI AL, HIMATEKINDO (Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia) dan HIMASUPERINDO (Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Indonesia) menggelar seminar nasional bertema “Pulau Terdepan Beranda Negara Maritim”.
Seminar dibuka oleh Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Marsetio. Seminar dihadiri sejumlah pembicara yaitu Dirjen KP3K-KKP Dr. Sudirman Saad, Pakar Hukum Laut/Ketua Dewan Pembina IMI Prof. Dr. Hasyim Djalal, Analis Pertahanan Maritim UI/Dewan Pembina IMI Dr. Connie Rahakundini, Pakar Teknologi Kelautan IPB/Dewan Pakar IMI Prof. Dr. Indra Jaya,M.Sc, Dewan Pembina IMI Laksda TNI (Purn) Rosihan Arsyad, Kadispenal Laksamana TNI Untung Suropati, Bupati Karimun dan Dekan FPIK-UMRAH.
Wakil KSAL Laksmana Madya TNI Marsetio menekankan pentingnya pengelolaan pulau-pulau terdepan dari aspek kesejahteraan serta keamanan karena rawan dari ancaman-ancaman negara asing. “Ini lah pentingnya strategi maritim untuk mengelolah pulau-pulau terdepan,” ujar Marsetio dalam sambutannya.
Direktur IMI, Y. Paonganan, dalam sambutannya mengatakan, mewujudkan Indonesia menuju negara maritim terutama melalui perubahan mindset, mendorong political will pemerintah untuk berpaling ke laut yang selama ini terlupakan.
“Sebagai bentuk strategi, harus diimbangi dengan pengembangan sains dan teknologi kelautan, serta penguatan transportasi laut,” tegasnya.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kepri Muhammad Sani, dan Rektor Umrah Maswardi M Amin. Mereka dalam sambutannya mengajak seluruh mahasiswa untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim.
Seminar yang dibagi dua penel ini, pembicara pertama Prof. Hasyim Dlalal menawarkan Kepri untuk mengambangkan potensi laut, terutama mineral resource, ocean energy dan pembenahan transportasi laut sebagai konektivitas antar pulau.
Pembicara lainnya, Agus Dermawan, Direktur Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan memaparkan program-program pengelolaan pulau-pulau terdepan saat ini yang sedang dikerjakan oleh pemerintah. Ia menyampaikan begitu kompleknya pengelolaan pulau-pulau terdepan dan pulau kecil,oleh sebab itu ia menyampaikan pentingnya kerjasama pemerintah dan masyarakat untuk mendukung dan berkerjasama dengan program pemerintah.
Sedangkan, Pengamat pertahanan UI Connie Rahakundini, menjelaskan secara kritis segala persoalan negara maritim terutama dalam hal lemahnya kesadaran pertahanan kita menghadapi ancaman dari luar. “Jangan heran kalau banyak yang mencuri ikan diperairan kita Karena memang pertahanan kita sangat lemah,” tegasnya.
Dalam panel kedua seminar diisi oleh laksda TNI (purn) Rosihan Arsyad memparakan pentingnya indonesia menetapkan Undang-undang batas wilayah antara Indonesia dan negara di kawasan sebagai negara kepulauaan.
Sementara, Laksamana TNI Untung Suropati, mengajak generasi muda bangsa untuk bersama sama memujudkan indonesia sebagai negara maritime. Sedangkan narasumber Nurdin Basirun, Edy Sofyan dan T. Efrizal, memaparkan segala potensi kelautan di Kepri untuk memanfaatkan sumberdaya kelautannya dan pengelolaan yang ramah lingkungan.
- 0 Comments
- 0 views
- Tweet
Email
Print




(4.67 out of 5)