04:07 pm - Thursday 24 April 2014

BP2IP – TANGERANG: Mencetak Pelaut Handal

By Redaksi - Tue Jan 10, 4:56 am

 

KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R.Mamahit, mengatakan  program peningkatan kualitas SDM aparatur perhubungan dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik, pelatih, dan penyuluh.

“Sesuai dengan Keputusan Menteri No 60 Tahun 2010, BPSDM mendapat amanat, wewenang dan tanggung jawab menciptakan SDM  Perhubungan dengan standar internasional.” demikian kata Bobby R. Mamahit.

Program peningkatan kualitas SDM aparatur perhubungan yang dilakukan oleh BPSDM Perhubungan, menurut  Capt. Bobby R. Mamahit , diantaranya adalah rintisan pendidikan gelar Sarjana (S1), Pascasarjana (S2), dan (S3)  yang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dan di luar negeri. Program lainnya adalah kegiatan peningkatan kualitas tenaga pendidik, pelatih, dan penyuluh BPSDM Perhubungan melalui program kursus .

“Program lainnya adalah kegiatan peningkatan kapasitas aparatur Kementerian Perhubungan melalui program kursus dalam negeri dan luar negeri,” papar Bobby R. Mamahit.

Selain bertanggung jawab terhadap aparatur perhubungan, BPSDM selaku badan yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan juga bertanggung jawab untuk membina aparatur daerah dan operator transportasi. “Saat ini terdapat kurang lebih 26.100 orang aparatur daerah. Seharusnya kita membina mereka tapi belum maksimal,” jelas Bobby R. Mamahit.

Program tersebut juga memprioritaskan pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana diklat sehingga SDM perhubungan yang dihasilkan mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi di bidang transportasi terutama mampu bersaing dikancah internasional.

“Tentunya program tersebut menjadi kewajiban kita untuk meyempurnakan kurikulum. Ada beberapa rekomendasi yang disesuaikan, ditargetkan selesai tahun ini. Upaya kerjasama dengan luar negeri terus kita lakukan. Seperti dibidang kemaritiman, kita bekerjasama dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Jangan sampai kualitas SDM kita dibawah standar,” ungkap Bobby R. Mamahit yang juga mantan pelaut.

Capt. Bobby R. Mamahit juga optimis  mampu memasok SDM  yang berkompeten untuk memenuhi tantangan industri transportasi selama lima tahun mendatang.“Kami optimistis mampu mencetak SDM yang berkompeten dan unggul untuk sektor transportasi. UPT diklat yang berada di bawah BPSDM terus memperbaiki diri baik dari sisi jumlah atau kualitas,” terang Capt. Bobby R. Mamahit.

“BPSDM Perhubungan berusaha meningkatan pelayanan terhadap masyarakat dengan pendirian UPT baru di wilayah-wilayah yang memiliki potensi transportasi. Seperti kerjasama dengan Pemerintah Kota Madiun untuk pendirian Akademi Perkeretaapian, dan Pemerintah Kota Tegal untuk Pengembangan Politeknik Keselamatan Jalan,” demikian kata Capt. Bobby R. Mamahit selaku Kepala Pengembangan SDM Perhubungan.

Kepala Balai Pendidikan dan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Palayaran (BP2IP) Tangerang, Capt. Edy Santoso, MM mengatakan BP2IP Tangerang  sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan ilmu pelayaran  di bawah pembinaan  Badan Pengembangan Sumber Daya manusia Perhubungan. Sehingga Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang siap mencetak pelaut yang handal dan profesional untuk memenuhi kebutuhan nasional dan internasional.

Menurut Capt. Edy Santoso, untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran telah merampungkan enam  gedung termasuk gedung simulator yang saat ini sudah diresmikan langsung oleh Kepala BPSDM Perhubungan Capt.Bobby R. Mamahit.

Berdasarkan KM. No. 45 Tahun 2003 tanggal 16 Oktober 2003BP2IP Tangerang adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan yang diresmikan  oleh Presiden RI, Ibu Megawati Sukarnoputri pada tanggal 27 Pebruari 2004, yang berdiri di atas lahan 18 ha.  Pengoperasian BP2IP Tangerang ditujukan untuk penyedian jasa pendidikan dan pelatihan di bidang maritim bagi para generasi muda pada tingkat menengah dan dasar yang disesuaikan dengan peraturan international, STCW 1978 dan amandemennya.

BP2IP Tangerang memiliki visi menghasilkan pelaut dengan keunggulan daya saing kompetensi, sesuai Standar Nasional dan International. Untuk mencapai visi itu, BP2IP meningkatkan efektifitas pencapaian standar kompentensi perserta didik. Meningkatkan kemitraan kerja dan usaha dengan  perusahaan pelayaran, industri maritim, organisasi profesi pelaut, lembaga  pendidikan dan instansi terkait. Mengoptimalkan sumber daya pemeliharaan dan pengembangan fasilitas Diklat. Mengembangkan jaringan pemasaran lulusan BP2IP  Tangerang di Kawasan Regional dan wilayah International, serta meningkatkan keunggulan kualitas kinerja organisasi, agar pada waktunya mampu memberikan pelayanan berkualitas kompetitif dan nilai tambah serta nilai guna kesejahteraan bagi Sivitas Akademik BP2IP Tangerang

BP2IP Tangerang memiliki program pendidikan dan pelatihan sebagai berikut :

1) DIKLAT PELAUT III (ANT-III/ATT-III) yang terdiri dari: a) Program Studi Nautika; Membentuk lulusan minimal SMA atau sederajat, menjadi anak buah kapal niaga bagian dek dengan ijazah kompetensi ANT-III yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik. Sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 1995 code section A-II/1 dan II/2. Tingkat Kompetensi ANT-III setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai mualim jaga ocean going. b) Program Studi Teknika; Membentuk lulusan minimal SMA atau sederajat, menjadi anak buah kapal niaga bagian dek dengan ijazah kompetensi ATT-III yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik. Sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 1995 code section A-III/1 dan III/2. Tingkat Kompetensi ATT-III setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai mualim jaga ocean going.

2). DIKLAT PELAUT IV (ANT-IV/ATT-IV) yang terdiri dari: a) Program Studi Nautika (Approved No. PH.34/3/13/DJPL.11); Membentuk lulusan minimal SMP atau sederajat, menjadi anak buah kapal niaga bagian dek dengan ijazah kompetensi ANT-IV yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik. Sesuai dengan Regulation II/3.3 serta STCW code section A-II/3.3 dan II/3.5 dari STCW 1978 Amandemen 1995. Tingkat Kompetensi ANT-IV setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai mualim dan Nahkoda melaksanakan jaga laut dan jaga pelabuhan  pada kakal-kapal niaga dengan ukuran lebih dari GT 500. b) Program Studi Teknika (Approved No. PH.34/3/12/DJPL.11); Membentuk lulusan minimal SMP atau sederajat, menjadi anak buah kapal niaga bagian mesin dengan ijazah kompetensi ATT-IV yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik. Sesuai dengan Regulation I/3 dan III/I STCW 1978 Amandemen 1995. Tingkat kompetensi ATT-IV setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai masinis dan Kepala Kamar Mesin (KKM) melaksanakan jaga kamar mesin pada kapal-kapal niaga dengan tenaga penggerak utama antara 750-3000KW

3). DIKLAT PELAUT-V (ANT-V/ATT-V) yang terdiri dari: a) Program Studi Nautika (Approved No. PH.34/3/11/DJPL.11); Membentuk lulusan minimal SMP atau sederajat, mendapatkan Sertifikat ANT-V dengan menjadi anak buah kapal niaga bagian dek dengan ijazah kompetensi ANT-IV yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim. Sesuai dengan Regulation I/3 dan II/3 serta STCW code section A-II/3.3 dari STCW 1978 Amandemen 1995. Tingkat Kompetensi ANT-V setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai mualim dan Nahkoda melaksanakan jaga laut dan jaga pelabuhan  pada kakal-kapal niaga dengan ukuran kurang dari GT 500. b) Program Studi Teknika (Approved PH.34/3/10/DJPL.11); Membentuk lulusan minimal SMP atau sederajat, mendapat Sertifikat ATT-V untuk menjadi anak buah kapal niaga bagian mesin yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik serta industri maritim lainnya. Sesuai dengan Regulation I/3 dan III/I serta STCW Code Section A-III/1 dari STCW 1978 Amandemen 1995. Tingkat kompetensi ATT-V setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai masinis dan Kepala Kamar Mesin (KKM) melaksanakan jaga kamar mesin pada kapal-kapal niaga dengan tenaga penggerak utama kurang dari 750 KW

4). DIKLAT PELAUT DASAR (ANT-D/ATT-D) terdiri dari: a) Program Studi Nautika (Approved No.PH.34/3/9/DJPL.11); Membentuk lulusan minimal SMP atau sederajat, menjadi Anak Buah Kapal Niaga bagian dek dengan kualifikasi Ijazah ANT-D yang sangat dibutuhkan oleh industri maritim nasional dan internasional dengan penghasilan menarik. Sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 1995 Code Section A-II/4 tingkat kompetensi ANT-D setelah memenuhi persyaratan berhak melaksanakan jaga laut dan jaga pelabuhan pada daerah pelayaran local, NCV dan ocean going. b) Program Studi Teknika (Approved No. PH.34/3/8/DJPL.11); Membentuk lulusan minimal SMP atau sederajat, menjadi Anak Buah Kapal Niaga bagian dek dengan kualifikasi Ijazah ATT-D yang sangat dibutuhkan oleh industri maritim nasional dan internasional dengan penghasilan menarik. Sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 1995 Code Section A-III/4 tingkat kompetensi ATT-D setelah memenuhi persyaratan berhak melaksanakan tugas jaga kamar mesin pada kapal-kapal pada daerah pelayaran local, NCV dan ocean going.

Capt. Edy Santoso menyatakan, lulusan untuk tingkat menengah sekitar 160 siswa, untuk tingkat tinggi 90 siswa, sedangkan untuk tingkat dasar 300 siswa. Menurut beliau, setiap tahun jumlah siswa BP21P Tangerang terus bertambah.

“BP2IP juga menjalin kerjsama dengan perusahaan pelayaran dalam negeri maupun luar negeri. jadi lulusan sekolah disini kami dapat menyalurkan bekerja di perusahaan yang sudah kami rekomendasikan,” tutur Capt. Edy Santoso.

Diperkirakan, untuk lima tahun mendatang sektor transportasi  laut akan membutuhkan banyak SDM yang unggul. Kebutuhan SDM sektor pelayaran dibutuhkan 43.806 pelaut yang terdiri diantaranya  18.774 perwira. Berdasarkan data The Baltic and International Maritime Council (BIMCO), pada Desember 2010 jumlah pelaut Indonesia sebanyak 338.224 orang. Pelaut Indonesia yang bekerja di luar negeri sebanyak 77.729 orang. Perwira sebanyak 15.906 orang, rating 61.821 orang.

Capt. Edy Santoso mengakui, minat masyarakat untuk menjadi pelaut sangat kurang. Karena anak-anak pada usia dini tidak pernah dikenalkan soal laut. Padahal, Indonesia memiliki laut yang luas ketimbang daratan. Untuk membangkitkan semangat maritim, diperlukan seminar-seminar tentang kelautan di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA  serta untuk anak usia dini yang sekolah Taman Kanak-kanak (TK) sering-sering diajak ke pantai atau laut untuk menanamkan rasa cinta bahari,” imbuhnya.


 

Leave a Reply


2 − = one