09:22 pm - Thursday 17 April 2014

Lahirkan SDM Maritim Kualitas Internasional

By admin - Mon Sep 05, 5:56 am

 

SIAPA yang tak kenal dengan Univeristas Padjadjaran (UNPAD). Perguruan tinggi negeri ternama yang berpusat di kota Bandung, Jawa Barat ini selalu menjadi favorit siswa-siswi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tidak hanya bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang diajarkan. Mereka juga memiliki jurusan perikanan dan kelautan. Meski baru diresmikan pada 2005, eksistensi fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNPAD, sudah ada sejak 1965. Saat itu masih jurusan Perikanan di Fakultas Pertanian.

Sejarah Universitas Padjadjaran sendiri berawal dari prakarsa para pemuka masyarakat Jawa Barat yang menginginkan ada perguruan tinggi di daerahnya. Hal ini bertujuan agar generasi muda di bumi parahyangan memperoleh pendidikan tinggi untuk mempersiapkan pemimpin masa depan. Setelah melalui serangkaian proses, pada 11 September 1957, Universitas Padjadjaran didirikan melalui Peraturan Pemerintah No 37 tahun 1957. Kemudian, pada 24 September 1957, UNPAD diresmikan Presiden RI ke-1 Soekarno.

Pada awal berdiri UNPAD hanya memiliki empat fakultas. Saat ini berkembang menjadi 16 fakultas dan program pasca sarjana. Program yang ditawarkan UNPAD meliputi program doktor (S3), terdiri dari 9 program studi; program magister (S2), terdiri dari 19 program studi; 2 program spesialis; 5 program profesi; program strata I (S1), terdiri dari 44 program studi; Program Diploma III (D3), terdiri 32 program studi; dan Program Diploma IV (D4), terdiri 1 program studi. Selain itu, UNPAD juga memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sebagai wadah pengelolaan kegiatan penelitian dan pengabdian di masyarakat.

Dibukanya jurusan perikanan di Universitas Padjadjaran pada dasarnya merupakan perwujudan dari keinginan rakyat dan pemerintah, khususnya pemerintah Jawa Barat agar lebih mengembangkan sub sektor perikanan melalui pengadaan tenaga ahli di bidang perikanan. Ahli-ahli yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi katalisator dan dinamisator pembangunan, khususnya pembangunan sub sektor perikanan.

Pada 1996 baru dibuka satu program studi, yaitu Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 217/DIKTI/KEP/1996 tanggal 11 Juli 1996. Penyelenggaraan Program Studi MSP berlangsung hingga tahun akademik 2005/2006 yang merupakan tahun transisi dari peningkatan status Jurusan Perikanan menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Dalam mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat dan pembangunan, jurusan perikanan dikembangkan statusnya menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, berdasarkan Surat Persetujuan Dirjen Dikti Nomor 2015/D/T/2005 tanggal 27 Juni 2005 dan Surat Keputusan Rektor Nomor 1197/J06/Kep/KP/2005 tanggal 7 Juli 2005.

Program Studi Perikanan sebenarnya perubahan nama dari program studi lama, yaitu Program Studi Manajemen Sumber daya Perairan. Sementara Program Studi Ilmu Kelautan merupakan studi baru yang bergabung pada 2007. Hingga saat ini, terdapat dua orang dekan yang memimpin FPIK. Pada periode pertama Prof Dr Bachrulhayat Koswara, MS dan kedua dipimpin Dr Ir Ayi Yustiati, M.Sc. dibantu tiga Pembantu Dekan (PD), yaitu Dr Ir Zahidah (PD I), Drs.Walim Lili M.Si, (PD II)dan Drs Herman Hamdani M.Si. (PD III). Adapun Ketua Prodi Perikanan adalah Dr Ir Junianto MP dan Sekretaris Ir Ibnu Dwi Buwono M.Si. Sementara Ketua Prodi Ilmu Kelautan adalah Ir Indah Riyantini M.Si, dan Sekretaris Donny Juliandri Prihadi S.Pi MSc.

Visi FPIK adalah menjadi lembaga pendidikan tinggi yang diakui secara nasional dan internasional, serta mempunyai komitmen terhadap keunggulan di bidang perikanan dan kelautan. Adapun misinya adalah melaksanakan manajemen pendidikan tinggi dengan menerapkan prinsip penjaminan mutu (quality assurance), mengembangkan penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. Hal ini dilakukan guna menopang pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat dan pemerintah.

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran saat ini membuka dua program studi, yaitu Program Studi Perikanan (berdasarkan SK Dirjen Dikti Nomor 2302/D/T/2006), dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP). Pengelolaan dan Pemanfaatan Perairan Umum melalui Perikanan Budidaya.  dan Program Studi Ilmu Kelautan (berdasarkan SK Dirjen Dikti Nomor 117/D/T/2007), dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Pemanfaatan Bioteknologi dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan Secara Berkelanjutan.

Penyelenggaraan pendidikan dilakukan dengan menerapkan sistem kredit semester. Sistem ini memberi peluang menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel, sehingga bagi mahasiswa tersedia kemungkinan lebih luas untuk memilih program ke jenjang akademik atau profesional tertentu. Penyelenggaraan pendidikan atas dasar sistem kredit semester memberi peluang kepada mahasiswa yang cerdas dan giat belajar menyelesaikan studi dalam waktu lebih singkat dan mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat.

Lulusan Program Sarjana (S1) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran adalah sarjana perikanan dan ilmu kelautan yang generalis serta memiliki kemampuan, menguasai, memahami bidang perikanan dan kelautan dari berbagai aspek secara komprehensif (menyeluruh). Mulai dari aspek perikanan budidaya, perikanan tangkap, teknologi pasca panen hasil perikanan, pengelolaan sumberdaya perairan, ilmu kelautan, sampai dengan manajemen bisnis perikanan dan laut. Bagi lulusan program Strata 1 yang akan mengambil spesialis atau kompetensi di bidang ilmu tertentu (sesuai minatnya), dapat melanjutkan ke Progam Pascasarjana baik Program Magister (S2) maupun Program Doktor (S3) yang ada di lingkungan FPIK UNPAD.

Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD adalah dalam rangka meningkatkan kemampuan sumberdaya untuk menunjang peningkatan pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. Dalam proses meningkatkan SDM para mahasiswa dapat dilakukan melalui belajar di kelas, kuliah lapangan (praktikum) dan kegiatan lain.

Untuk menunjang pembelajaran di dalam kampus, kegiatan kuliah akan dilanjutkan dengan kegiatan praktikum di laboratorium maupun lapangan. Di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, laboratorium merupakan kelompok/pengasuh bidang ilmu yang masing-masing dipimpin seorang kepala laboratorium.

Saat ini, FPIK Unpad memiliki 7 (tujuh) laboratorium, yaitu Laboratorium Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya (TMPB); Laboratorium Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap (TMPT); Laboratorium Manajemen Sumberdaya dan Lingkungan Perairan (MSLP); Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan (TIHP); Laboratorium Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK); Laboratorium Manajemen Bisnis Perikanan dan Kelautan (MBPK); dan  Laboratorium Bioteknologi Perikanan dan Kelautan.

Selain ruang laboratorium, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran memiliki laboratorium lapangan seluas 21.40 m2, antara lain berupa kolam dan sawah seluas 20.000 m2, indoor hatchery seluas 400 m2, hatchery seluas 40 m2, dan kolam ex-Pedca seluas 1.200 m2.

Pertimbangan dibentuknya Bidang Penelitian dan Kerjasama di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD adalah dalam rangka menunjang kelancaran kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat di FPIK Unpad.

Beberapa kerjasama penting yang telah dilaksanakan FPIK dengan perguruan tinggi luar negeri, antara lain dengan University of Reading (Inggris) University of Ghent (Belgia), Tokyo University of Marine Science and Technology (Jepang), Institut de Recherche pour le Developpement (Prancis), University of  Skovde (Swedia). Sementara kerjasama dengan institusi dalam negeri, yaitu dengan Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dishidros AL serta berbagai instansi lainnya.

Mahasiswa FPIK selalu memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar. Sebagai fakultas yang relatif muda di antara fakultas sejenis di Indonesia, FPIK mempunyai motivasi untuk mencitrakan diri dengan melakukan kegiatan-kegiatan, seperti mengikuti seminar nasional dan internasional, serta turut berpartisipasi sebagai pemakalah.

 

Crosswords to Cross the Ocean

BERPIKIR adalah salah satu proses memecahkan masalah seperti ungkapan “cogito ergo sum” aku adalah apa yang aku pikirkan. Dalam konteks perikanan dan kelautan, bahwa banyaknya permasalahan sebagai negara kelautan, merupakan tanggung jawab yang besar bagi civitas akademika FPIK UNPAD. Di sisi lain, SDM Indonesia masih sangat rendah dimana kesenjangan besar terjadi antara masyarakat dengan instansi baik universitas dan pemerintah.

Kondisi menjadikan visi dan misi yang dibawa oleh pemerintah tidak selalu berjalan dengan baik. Untuk itu, melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan gagasan/ide yang harus disebarluaskan kepada masyarakat. Salah satu contoh hasil karya mahasiswa adalah Buku “1001 Fakta Unik Laut” yang merangkum pertanyaan dasar masyarakat awam yang dicoba dijawab dengan sederhana dari aspek ilmiah.

Pada tahun ini pembuatan Buku “Crosswords to cross the ocean” telah selesai dirangkum dengan isi permainan TTS yang berhubungan dengan kelautan. Ada banyak cara belajar, dan cara bermain sambil belajar adalah yang sering dipilih agar masyarakat mau belajar dan tahu tentang perikanan dan kelautan. Buku ini sendiri diberikan secara gratis bagi masyarakat dan diberikan dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Pada kesempatan lain, mahasiswa juga mengadakan kegiatan peningkatan wawasan masyarakat seperti dampak perubahan iklim di car free day Bandung dan penyuluhan save our sea. Hal ini membuktikan bahwa universitas melalui sumber daya manusia yang ada di dalamnya sangat berperan penting untuk transfer ilmu.

Mahasiswa FPIK Unpad selain belajar di kampus juga mempunyai kegiatan dalam komunitas seperti KARAMBA, OSEANIK, dan PARIMANTA. Kegiatan utamanya meliputi pembelajaran, pelatihan, dan kegiatan yang berhubungan dengan perikanan dan ilmu kelautan sebagai kampus yang berada di tengah daratan (5 jam dari pesisir), kegiatan lapangan bukan merupakan salah satu hambatan dalam proses belajar. Kegiatan praktikum dilakukan di berbagai pesisir dan pulau seperti Cirebon,  Pulau Seribu, Pangandaran, dan Pulau Biawak untuk penelitian.

Selain itu kegiatan pelayaran penelitian dengan berbagai instansi sering dilakukan untuk memperkuat wawasan tentang pengambilan data oseanografi seperti KR. Baruna Jaya BPPT dan LIPI , KR. Madidihang STP, Kapal Angkatan Laut, KR. Geomarine PPPGL. Beberapa kegiatan tersebut merupakan kegiatan internasional yang dilakukan dengan instansi luar negeri. Pertemuan dengan instansi baik di regional dan nasional juga menjadi agenda rutin untuk menambah wawasan mahasiswa.

 

1 Comment

Comments 1 - 1 of 1First« PrevNext »Last
  1. 0

    Lahirkan SDM Maritim Kualitas Internasional
    ===================

    Tidak ada diunia Negara Kepulauan yang terbesar selain Rep. Indonesia.
    Tidak ada Negara di dunia yang mempunyai laut seluas lautan Nusantara.
    Tidak ada didunia negara yang memiliki kekayaan laut selain Rep. Indonesia
    Kita sewajarnya harus yang paling tahu persoalan kelautan, terutama lautan Nusantara.
    Tetapi dalam melahirkan SDM Maririm karena apa dipakai kata “Kualitas International” ?
    Seharusnya justru dunia Internasional harus mengikuti “Kualitas Indonesia”. Untuk mencapai kualitas Indonesia yang diikuti Dunia Internasional kita harus belajar lebih dalam lagi. Kirim lulusan Ilmu Kelautan ke Negeri Belanda, baca buku-buku mengenai Indonesia di Perpustakaan Voor De Tropisch atau baca buku-buku Universitas “Delft”. Tak ada bangsa lain yang mengetahui “luar dalamnya” Negara kita selain mereka.Belajar bahasa Belanda daripada bahasa Inggris, baca buku-buku bahasa Belanda sebanyak-banyaknya. Kalau perlu kirim sesepuh kita yang fasih berbahasa Belanda utk membaca buku-buku dan menterjemahkannya kedalam bahasa Indonesia. Bangun Perpustakaan Nasional dengan buku-buku terjemahan dari buku-buku bahasa Belanda ke bahasa Indonesia. Kembalikkan “kekayaan” bangsa kembali ke Ibu Pertiwi.

Comments 1 - 1 of 1First« PrevNext »Last

Leave a Reply


7 × = fifty six