11:20 am - Sunday 20 April 2014

Denada Tambunan: “Sejak Kecil Cinta Laut”

By admin - Thu Sep 22, 3:35 am

 

 

Kegiatan menyelam menjadi tren di kalangan selebriti Indonesia. Olahraga air yang terbilang cukup mahal ini digandrungi banyak artis, tak terkecuali Denada Tambunan. Ia melakoninya dengan penuh cinta. Penyanyi rap yang kini beralih ke dangdut tersebut mengaku pertama kali kenal dunia menyelam pada 1992, saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pertama kali belajar menyelam, Denada tidak langsung terjun ke laut, melainkan di kolam renang. “Pada waktu itu saya diajarkan oleh Mbak Nunung. Dia memperkenalkan alat-alat menyelam, seperti regulator dan lainnya. Itupun tidak langsung di laut tapi di kolam renang,” kata Denada kepada Indonesia Maritime Magazine.

Putri penyanyi kondang era 70-an, Emilia Contessa ini mengaku pada awalnya tidak diizinkan menggeluti olahraga tersebut. Menyelam dinilai keluarganya, olahraga yang sangat berbahaya. Proses agar dapat restu orangtua pun cukup lama, hampir 3 tahun baru mendapat izin.

“Tahun 1996 baru mama mengizinkan saya menyelam, sekaligus mengambil sertifikat menyelam. Tempatnya di Manado, lokasi pertama kali saya menyelam. Kebetulan, sejak kecil saya memang sudah sangat menyukai laut,” ujar artis cantik kelahiran Jakarta, 19 Desember 1978 ini.

Saking getolnya menyelam, pemilik album Kujelang Hari ini tak segan-segan merogoh kocek hingga belasan juta rupiah hanya untuk membeli peralatan diving. Buat Denada, harga bukan persoalan. Terpenting, dia tidak ingin terhalang saat melakoni hobinya lantaran tidak memiliki peralatan memadai.

“Memang harganya cukup lumayan. Soalnya, peralatan itu sangat membantu kita saat menyelam. Saya membeli lantaran butuh. Yang penting saya bisa menyalurkan hobi itu dengan aman, kapan saja,” katanya.

Lantaran hobi menyelamnya itu pula, bintang sinetron Cahaya Surga dan Rahasia Ilahi ini didapuk menjadi Duta Wisata Bahari oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, pada 17 Oktober 2009. Sejak Itu, Denada  semakin keranjingan bertandang ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, untuk menyelam.

“Saya benar-benar bangga. Saya tidak menyangka bakal dipilih menjadi Duta Bahari. Siapa sangka hobi saya ini membawa dampak positif bagi orang lain,” ujarnya. Selama 13 tahun melakoni hobi menyelam di laut lepas, Denada mengaku banyak pengalaman yang didapatnya. Karena kesiapannya, dia tidak pernah mengalami peristiwa yang membahayakan jiwa, seperti terseret arus atau digigit binatang laut.

“Kalau kulit lecet-lecet lantaran kena karang sih sudah biasa. Saya tidak pernah sampai mengalami kejadian yang membahayakan. Entah itu terseret arus laut atau digigit ikan buas. Soalnya, sebelum menyelam saya selalu diberitahu daerah mana yang aman untuk diselami,” tuturnya.

 

Mengeratkan Kasih Dengan Diving

Banyak cara dilakukan pasangan agar bisa selalu dekat dengan kekasihnya. Seperti yang dilakukan Denada dan kekasihnya Jerry Aruum. Keduanya mendekatkan diri lewat hobi yang sama, yakni diving (menyelam). Denada mengakui bahwa kedekatannya dengan pujaan hati dimulai dari kegemaran melakoni hobi olahraga air itu. “Kita punya hobi yang sama, diving. Kenalnya dan mulai dekat juga karena diving,” kata Denada.

Selain menyelam, banyak hal yang membuat pasangan ini lengket. “Jerry itu nyambung banget, diajak ngobrol musik bisa, sejarah bisa, dan suka makan. Makanya diet saya gagal hahaha..,” seloroh pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ini.

Saat ditanya mengenai tempat yang paling indah, Denada mengaku semua tempat indah. Menurutnya, sudah banyak tempat yang dikunjungi untuk menyalurkan hobinya, namun bagi Denada, perairan Berau, Kalimantan Timur yang memiliki kesan mendalam. Di sana selain dapat memandangi alam bawah laut juga bisa menyaksikan secara dekat kehidupan ikan-ikan. Bahkan Denada sempat mengeluarkan air mata begitu melihat rombongan ikan yang lewat di depannya.

“Aku sampai nangis melihatnya. Jadi ada ikan barakuda yang bergerombol meninggi seperti pusaran. Kalau diukur tingginya sampai serumah. Wah, pokoknya seru lihat beragam ikan di sana,” ujarnya takjub. Sehingga keindahan bawah laut ini lanjutnya, sudah selayaknya dijadikan kawasan yang dilindungi sehingga dapat dijadikan objek wisata andalan. Hanya saja hal ini belum dilakukan maksimal oleh pemerintah.

“Sebenarnya sih banyak di Indonesia yang punya daerah bagus dan cantik. Tapi sayangnya belum dieksplor dengan baik,” sambungnya.

Apakah termasuk telat dalam memperkenalkan potensi alam laut itu? Denada menggeleng. “Nggak juga sih. Namun belum diketahui masyarakat banyak. Tapi kalau di mata turis, tempat ini mereka sudah tahu. Karena bukan bawah laut saja yang dijual tapi juga sudah ada tempat nginap dan sebagainya,” pungkas Denada.

 

3 Comments

Comments 1 - 3 of 3First« PrevNext »Last
  1. 0

    Saya tak sanggp berkomentar,
    disatu pihak membaca “Import Ikan Illegal, Nelayan Kian Terpuruk”, dilain pihak “Maritime lifestyle”.
    Pertanyaan dalam benak saya, berapa puluh kilo ikan dan berapa hari sang nelayan harus menangkap ikan, agar sang nelayan sanggup “menyewa” wet-suit serta tangki scuba ???
    Insensitive !

  2. 0

    Phenomenal breaowkdn of the topic, you should write for me too!

  3. 0

    Wow! This can be one particular of the most useful blogs Weve ever arrive across on this subject. Basically Fantastic. Im also an expert in this topic therefore I can understand your hard work.

Comments 1 - 3 of 3First« PrevNext »Last

Leave a Reply


3 + = ten