01:21 pm - Sunday 20 April 2014

Donny Damara: Diving, Cara Baik ‘Pedekate’ Dengan Alam

By admin - Fri Jul 08, 3:44 am

 

Manakala miliaran jenis makhluk hidup mulai terlintas dihadapannya, serta luasnya lautan membuatnya termenung terhadap kekuasaan Tuhan dan begitu kecilnya kekuatan kita jika dibandingkan dengan sang pemilik alam. Beragam ikan laut dan gugusan karang yang indah merupakan panorama khas bawah laut. Bahkan, jika beruntung, saat menyelam anda bisa bertemu spesies langka seperti kuda laut kerdil, ikan katak berbulu lebat, ikan kalajengking ambon, hingga ikan pipa kembang. Begitulah cara aktor kawakan Donny Damara menceritakan manfaat yang didapatnya setiap kali menyelam di perairan bumi pertiwi kita kepada Indonesia Maritime Magazine.

Bahkan, Meski terik mentari tepat diatas ubun-ubun, tak menyurutkan niat Donny membiasakan diri didalam air. Itu dilakukan guna terbiasa dengan suasana dalam air. Maklum awal bulan depan (11/10) Donny bersama timnya rencana menyelam di provinsi ke-32 Gorontalo, Sulawesi .

“Karena alam itu tidak bisa dilawan, tapi didekati. Dan membiasakan diri itu salah satu cara untuk ‘pedekate’ (pendekatan, red) dengan alam,” katanya. Setelah latihan bersama belasan rekan-rekannya di kawasan senayan, Jakarta . Dengan sedikit lesu dia menghampiri Indonesia Maritime Magazine. Ditemani sebotol air teh, satu persatu dia menjelaskan peralatan scuba yang wajib dipakai saat menyelam.

Pemain Sinetron ini mengatakan, peralatan selam minimum yang sebaiknya dimiliki sebelum memulai pelatihan adalah Masker, Snorkel, dan Fins. “Ini adalah peralatan yang memiliki sifat personal-fit, artinya kecocokan dengan anatomi tubuh anda. Sebagai contoh adalah sepatu anda belum tentu bisa dipakai oleh teman anda yang berbeda ukuran kaki. Instruktur anda akan dengan senang hati membantu anda untuk memilih mana peralatan selam yang cocok untuk anda.”

Selain itu, tutur Donny, ada regulator, Depth meter (tolok ukur kedalaman), pressure gauge (tolok ukur tekanan), arloji selam, pelampung untuk SCUBA/B.C.D Bouyancy Compensator Device, Tabel penyelaman. “Adapun untuk peralatan tambahan ada kompas, decompression meter, dan timer,” terangnya sesaat setelah alat-alat itu dia tanggalkan dari badannya itu. Menurutnya, semua peralatan itu perlu dicek sebelum memulai aktifitas selam. Sebab, jika terjadi kerusakan saat menyelam maka dapat berdampak fatal. Kejadian itu pernah terjadi juga pada Donny Damara, empat tahun silam saat menyelam di perairan kepulauan seribu. Pemeran Gandi dalam film “Minggu Pagi di Victoria Park” itu mengaku sempat panik akibat regulator oksigen yang macet.

Tapi dengan keahliannya menyelam di perairan luas tak lantas membawa larut dalam kepanikannya. Dengan tenang, pria lulusan FISIP UI ini segera menuju permukaan laut. “Sesampainya di permukaan, saya sadari bahwa jangan lantas gegabah dan terburu-buru jika memulai diving. Tentunya itu juga berlaku untuk aktifitas lainnya.”

 

Ajak Tanam Terumbu Karang

Tingkat kerusakan terumbu karang di Indonesia tergolong tinggi. Dari tahun ke tahun kerusakannya semakin meningkat. Kondisi ini juga berlaku hampir di sebagian perairan Indonesia.

Bagi Donny, terumbu karang tak ubahnya seperti manusia. Karenanya, dia tidak bosan-bosannya mengajak semua komponen dalam menjaga keindahan bawah laut Indonesia. Sebab, kata dia, pertumbuhan karang itu sangat lamban, hanya satu cm per tahun. “Tapi, dengan mudah dan hitungan detik, tangan-tangan manusia tak bertanggung jawab langsung memusnahkannya,” katanya

Peraih nominasi pemeran pendukung terbaik dalam festival film Indonesia dalam film perwira dan ksatria itu mengaku prihatin atas kerusakan terumbu karang di Indonesia, yang setiap tahun semakin meningkat. Untuk itu, dia mengajak semua kalangan untuk melakukan konservasi terhadap terumbu karang.

Sebab, jelas Donny, terumbu karang merupakan tempat tinggal ikan. Jika terumbu karang rusak, kehidupan ikan akan terganggu karena tidak adanya tempat untuk berkembang biak. “Jika hal itu terjadi, maka ikan akan meninggalkan perairan di sekitar tempat itu. Hal itu pasti akan berdampak menurunnya pendapatan para nelayan,” ujarnya. Atas dasar itu, dia mengaku sangat mendukung kegiatan recovery terumbu karang. Dia juga mengaku akan menambah kuantitas serta jenis terumbu karang.”Dengan kegiatan ini kami juga bisa membuktikan bahwa kami juga turut serta dalam pelestarian sumber daya alam,” tutupnya.

 

 

Leave a Reply


9 × eight =