03:00 am - Friday 25 April 2014

Kaka Slank: “Nge-Rock” di Dasar Laut

By admin - Mon Jun 27, 3:29 am

 

Rocker juga bisa menyelam. Siapa sangka Kaka Slank mempunyai hobi olahraga laut. Sesuatu yang langka bagi penggemar musik cadas. Kepada Indonesia Maritime Megazine di markasnya, Gang Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Kaka menceritakan bagaimana awalnya dia terjun ke dunia diving.

Dia menyukai olahraga menyelam karena basic-nya suka dengan dunia laut. Bahkan banyak lagu-lagu Slank yang tercipta di pantai. “Aku juga suka tontonan dan bacaan mengenai dunia laut. Meski aku pencinta laut, pada awalnya aku tidak terpikir untuk terjun ke dalam laut. Seiring waktu, aku kenal sana-sini dan ada yang manasin akhirnya aku mulai mencari tempat kursus,” ujar pria gondorong pemilik nama lengkap Akhadi Wira Satriaji ini.

Selama lima hari Kaka ikut kursus diving. Saat itu dia berlatih, tiga hari di kolam renang dan dua hari di laut. Menurutnya, kursus menyelam sama dengan kursus-kursus lain. Bedanya menyelam merupakan olahraga yang benar-benar harus mengikuti prosedur.

“Diving itu kan olahraga ekstrim. Kita harus mempelajarinya dengan seksama. Saya pun serius mempelajarinya. Setelah terjun di laut baru saya dapat lisensi sebagai penyelam,” kata penyanyi kelahiran Jakarta, 10 Maret 1974 ini.

Ditanya mengenai tempat indah mana saja yang pernah dia kunjungi, Kaka mengaku tidak terlalu banyak karena keterbatasan waktu. “Aku lock-nya belum banyak. Baru pulau Seribu, Sanghiang, Tulamben, Sabang dan Pulau We. Semua beda-beda dan tidak bisa dijabarkan satu-satu. Aku percaya, beda perairan, keindahannya juga beda,” ujarnya.

Mengenai tempat yang paling berkesan, Kaka menyukai pulau We. “Aku kan stay di pantai Ebo. Enak di situ. Apalagi orang asing semua. Jadi aku bisa rileks. Mereka biasanya cuek-cuek. Karena aku paling nggak suka dengan tempat ramai. Di sana aku bisa kosentrasi,” ungkapnya.

Kaka menuturkan, pengalaman yang sempat membahayakan jiwanya. Waktu itu karena keranjingan menyelam, meski kondisi badan tidak fit, Kaka memaksakan diri melakukan penyelaman. “Waktu itu aku rada flu. Karena berbahaya tidak disarankan untuk menyelam. Tapi aku maksa, nekat menyelam. Aku pikir kapan lagi bisa merasakan indahnya bawah laut. Alhamdulillah tidak apa-apa,” katanya.

Kaka menyampaikan pesan khusus bagi penyelam pemula. Demi keamanan dan keselamatan, mereka harus mengikuti prosedur. Jika itu dilakukan, dijamin akan menemukan sensasi baru dalam kehidupan menyelam, dan yang pasti dapat ilmu baru.

Kaka menceritakan bagaimana pertama kali melakukan diving. Di mana alat-alat menyelam relatif mahal. Dia harus sewa. Namun, karena ada masukan dari teman-teman Kaka akhirnya memutuskan membeli sendiri. “Aku mendapat masukan untuk membeli regulator sendiri. Kalau nyewa terlalu riskan dan tidak higenis. Itu kan dari mulut ke mulut, bagi para pemula sebaiknya beli regulator dulu,” saran Kaka.

Mengenai waktu untuk menyelam, Kaka mengaku di tengah kesibukan manggung di luar kota pun dimanfaatkannya untuk menyalurkan hobi. “Biasanya aku selalu menanyakan ke pihak manajemen, kapan dan di mana jadwal manggung kita. Misalkan di Bali, langsung otakku mikir tempat menyelam mana yang bagus. Ke depan di Gorontalo, aku langsung searching tempat yang bagus. Biasanya aku selalu berangkat duluan. Misalkan manggung tanggal 10, aku berangkat tanggal 7-nya. Ibarat sambil menyelam, minum air,” ujarnya sambil tertawa lepas.

 

Laut Kita Tolong Dijagalah..!!

Permasalahan di perairan Indonesia mulai dari konflik perbatasan sampai dengan pencurian ikan membuat prihatin banyak pihak, tak terkecuali kalangan artis. Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai sumber daya alam yang berlimpah. Namun permasalahan di perairan nusantara tak pernah kunjung selesai. pelanggaran Perbatasan kerap terjadi.

Di mata vokalis Slank ini, minimnya jumlah personel yang bertugas mengamankan dan mengawasi pulau-pulau terluar, menjadi penyebab timbulnya berbagai masalah di perairan Indonesia. “Aku selalu tanya-tanya terutama ke pelatihku, yang memang seorang polisi air. Menurut mereka jumlah polisi untuk mengawasi pulau-pulau di Indonesia masih sangat kurang. Jumlahnya tidak sebanding dengan luas wilayah nusantara,” ujar Kaka saat berbincang dengan Indonesia Maritime Magazine (IMM).

Menurut Kaka, kondisi ini membuat petugas harus bekerja ekstra keras. Polisi yang berjaga tidak pernah berhenti berpatroli. Belum lagi sarana kapal dan teknologi yang diberikan kepada petugas sudah banyak yang usang dan tertinggal negara lain. “Jadi wajar saja jika banyak pulau yang direbut negara tetangga, atau permasalahan sengketa perbatasan terus berlanjut. Seharusnya ini menjadi skala prioritas pemerintah menjaga wilayahnya. Negara kita bukan berada dalam satu wilayah. Melainkan terdiri dari ribuan pulau-pulau yang tersebar di perairan Indonesia yang luas. Ini sulit dijaga,” papar Kaka.

Kejadian penangkapan kapal nelayan Malaysia baru-baru ini, membuat Kaka kesal. Menurutnya, apa yang dialakukan Malaysia selama ini sudah tidak bisa ditolerir lagi. Ia mengibaratkan, sebuah rumah yang dipimpin seorang bapak. Jika bapak itu tidak tegas, rumah tersebut dengan mudah disusupi orang.

“Kalau pemimpin kita tegas, saya rasa tetangga pun akan mikir dua kali masuk seenaknya. Bagi saya nelayan itu sudah maling di wilayah kita. Pantas jika ditindak tegas,” ujar Kaka, seraya berharap agar pengamanan pulau-pulau dan kekayaan laut di Indonesia bisa dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besanya untuk kesejahteraan rakyat.

2 Comments

Comments 1 - 2 of 2First« PrevNext »Last
  1. 0

    Menggembirakan bahwa banyak pulau-pulau sekarang menjadi objek turisme sebagai tempat “rekreasi-menyelam”.
    Bagi penduduk setempat membuka pintu baru untuk mencari nafkah. Mau melaut mencari ikanpun sekarang ikannya sudah habis dikuras kapal ikan berbendera asing.
    Lumayan jadi pemulung kaleng soda,botol bir atau botol plastik, yang dibuang sembarangan oleh turis bule atau turis lokal.
    Bagi penduduk setempat penghidupan selama 300 tahun jadi “jongos” Meneer dan Mevrouw tidak berhenti sampai tahun 1945 tetapi terus berlangsung sampai sekarang ini tahun 2011,2012,2013..dan seterusnya….setidak-tidaknya Juragan Hotel dan Restoran sekarang orang inlander.

  2. 0

    Finding this great site made all the work Used to do appears nothing. The reason being that it is a very informative post. I need to to thank you with this informative research into the subject. I definitely savored every bit of it so i perhaps you’ve bookmarked to check out new details you post.

Comments 1 - 2 of 2First« PrevNext »Last

Leave a Reply


nine × 8 =