01:58 am - Monday 21 April 2014

STP Jakarta: 48 Tahun Cetak SDM Perikanan

By Dr. Y. Paonganan S.Si.M.Si - Fri Nov 26, 4:41 am

Saat itu, Taruna-Taruni tengah lari-lari santai mengitari lapangan bola. Maklum, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta merupakan Perguruan Tinggi dalam bidang perikanan ini dilengkapi dengan pembinaan fisik dan mental melalui sistem semi-militer. Tapi jangan salah, STP Pasar Minggu itu mengharamkan adanya kekerasan pada taruna-taruni.

Hal ini dimaksudkan untuk membekali para Taruna-Taruni dengan disiplin yang tinggi serta karakter yang kuat. Sistem ini juga dirasa bermanfaat dalam rangka mengembangkan sikap kepemimpinan maupun kapabilitas ilmu pengetahuan.

Terry Yuliardi salah seorang dosen di kampus itu, mengatakan, rutinitasi itu wajib dilakukan Taruna-Taruni basis (mahasiswa baru) selama tiga bulan. “Ya kurang lebih dua putaran sepak bola,” katanya sambil  menunjukan aksi  mahasiswa lainnya di lingkungan STP yang berada langsung di bawah pembinaan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini.

Sementara itu, ketua STP Jakarta, Aef Permadi mengatakan, pembinaan fisik dan mental itu dimaksudkan agar siswa memiliki ketahanan fisik dan disiplin saat mengarungi samudra memimpin operasi penangkapan ikan. “Hal Itu ditujukan untuk membangun karakter yang tangguh serta cerdas bagi taruna saat dia bekerja nanti, ” tuturnya.

Keberadaan STP sendiri, kata Aef, sudah cukup lama. Berdiri pada 7 September 1962, sekolah setingkat Perguruan Tinggi ini memulai perjalanannya dengan nama Akademi Usaha Perikanan (AUP) dengan lokasi di Pasar Minggu, Jakarta selatan. Kemudian berubah nama jadi DIKLAT AUP Pada tahun 1979.

“Dan pada tahun 1993 berubah nama lagi jadi STP Jakarta yang merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Departemen Pertanian, namun di era pemerin­ta­han presiden GUS DUR akhirnya pindah ke Departemen Kelautan,” terang Aef.

Seiring dengan pembukaan program baru, STP Jakarta telah mengembangkan fasilitas laboratorium lapangan di daerah pesisir di sekitar Banten, Jawa Barat, yaitu Stasiun Pelatihan Pantai Serang. Dalam hal ini, keberadaan lembaga ini harus dianggap sebagai titik tolak STP untuk berkembang lebih besar dan lebih kuat. Stasiun Pelatihan Pantai Serang merupakan fasilitas pelatihan lapangan yang dirancang untuk menghasilkan dan menyiapkan lulusan yang siap memasuki pasar tenaga kerja.

Sekolah yang terletak 30 km selatan garis pantai teluk Jakarta ini berkomitmen membentuk seseorang menjadi ahli, baik dalam aspek akademik maupun teknologi terapan. Selain itu, STP mempunyai reputasi di tingkat nasional maupun internasional.

STP mempunyai kualifikasi yang dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan kesempatan baru dalam menghadapi perubahan yang cepat dalam dunia bisnis dan industri perikanan. Sebab, jumlah 155 SKS yang diterima taruna dibagi dalam dua unsur, 40 persen teori dan 60 persen praktek.

Adapun program studi yang di tawarkan di sekolah bersimbol Jalanidhatah Sarva Jivitam adalah Teknologi Penangkapan Ikan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Permesinan Perikanan, Teknologi Akuakultur, dan Teknologi Sumberdaya Perairan.

Untuk mendukung program studi tersebut, SPT menyajikan berbagai fasilitas, Lanjut pria kelahiran Kuningan, 1 Maret 1961 silam itu, fasilitas dibedakan mejadi fasilitas utama dan pendukung, fasilitas utama seperti kapal latih untuk beberapa fungsi, laboratorium kimia, pengolahan ikan dan unit pendingn, lab biologi, hidrologi, workshop alat tangkap, simulator penangkapan dan navigasi, instalasi pembuat es, fasilitas Basic Safety Training (BST) dan unit latihan lapangan.

Alumninya menggenggam sertifikat yang menunjukan kesiapannya terjun ke bursa kerja maupun menjalankan usaha mandiri di bidang kelautan dan perikanan. Jadi, tidak salah jika lulusan STP pasar minggu banyak diminati bagi perusahaan swasta nasional maupun internasional. Pasalnya, selain kedisiplinan, sekolah tinggi yang berkampus di jalan AUP pasar minggu itu mengedepankan tenaga ahli di bidang kelautan dan perikanan.

“Alhamdulillah sampai saat ini kita sudah banyak kerjasama dengan perusahaan dalam negeri ataupun luar negeri. Untuk luar negeri seperti Jepang dan Korea,” katannya.

Menurutnya, prospek lulusan STP terbuka bagi perusahaan dalam negeri ataupun internasional. Seperti di pengawasan dan pertahanan keamanan, industri penangkapan dan budidaya, industri pengolahan dan pemasaran, serta penelitian terapan penyuluhan IPTEK dan lingkungan.

Dalam kunjungannya ke STP pasar minggu, kami diberi kesempatan juga untuk mengunjungi beberapa fasilitas, diantaranya ship handling, navi­ga­tion, and fishing simulator room.

Meski tak dilengkapi dengan hidrolik pada badan kapal, namun saat menguji coba fasilitas yang dimiliki STP itu pandangan kami full dihadapkan gelombang laut yang seakan mengocok perut. Dilengkapi dengan alat navigasi kapal yang mumpuni, kapal itu dijadikan uji praktek pertama bagi taruna sebelum mengendalikan kapal KM Madidihang 03, kapal yang difasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pendidikan di STP.

Di dalam ruangan tersebut, segala macam iklim di lautan lepas mampu diciptakan, membuat kami seolah benar-benar dihadapkan dengan kondisi tersebut. Baik hujan, gelombang besar, kecil, hingga potensi tabrakan dengan kapal yang berada di hadapan kami. “Di ruangan ini kita belajar mengendalikan kapal tiga dimensi,” ujar kepala unit komputer navigation, Terry Yuliardi.

Setelah siswa dirasa mampu mengemudikan kapal pada ship handling, navigation, and fishing simulator room.  Kemudian, siswa diterjunkan di lautan bebas dan mengendalikan kapal latih dan riset, KM. Madidihang 03.

Dengan kapal buatan Spanyol itu, tambah Aef Permadi, Taruna mampu mengasah keterampilannya untuk menjadi perwira kapal mengantongi serifikat Ahli Nautika Kapal Penangkapan Ikan Tingkat I (Ankapin-1) dan BST. Sementara untuk program studi permesinan memperoleh sertifikat Ahli Teknika Kapal Pengangkapan Ikan Tingat 1 (Atkapin-1).

Selain itu,lanjut Terry, bagi peminat program skuakultur dan pengolahan hasil, tersedia kolam, tambak, laboratorium pembenihan, laboratorium biologi, laboratorium quality control dan sebagainya. Dengan bekal praktek ini, alumni memegang sertifikat sebagi ahli pembenihan atau ahli budidaya dan juga sertifikat HACCP.

“Sedangkan pemilih pengelolahan sumberdaya perairan memperoleh sertifikat AMDAL tipe A dan C,” kata pria yang pernah menjabat sebagai ketua pada Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) itu.

Fasilitas lainnya seperti pelatihan perikanan lapangan, stasiun pelatihan perikanan ini adalah unit pelatihan lapangan STP dengan luas kurang lebih 20 hektar. Stasiun ini terletak di Serang, banten. Fasilitas pelatihan meliputi indoor hatchery, tambak, cold storage skala kecil, workshop mekanik, kapal inboard perumahan dosen, aula gedung kantor, asrama mahasiswa, ruang rekreasi, fasilitas olahraga dan mushola.

Guna mengenal kehidupan nyata dari nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, serta sistem agribisnis perikanan yang berjalan di desa tersebut, STP memiliki program kemitraan. “Saat ini program kemitraan yang telah dilaksanakan adalah program desa mitra dan industri mitra.”

Dengan segala fasilitas yang dimiliki STP saat ini, tak ayal, banyak lulusan dari STP tersebut masuk di kementerian kelautan dan perikanan. Sebab, selain memiliki hubungan yang erat dengan kementerian tersebut, tarunanya pun disiapkan untuk memiliki kematangan dari segi ilmu pengetahuan.“Sama seperti yang lainnya, tapi biasanya kita mendapatkan prioritas,” cetusnya.

1 Comment

Comments 1 - 1 of 1First« PrevNext »Last
  1. 0

    Hey babe we’re going over to your house, we’re were packing up your clothes right now and we’re going over to my house.

Comments 1 - 1 of 1First« PrevNext »Last

Leave a Reply


1 × two =